Artikel
Nama: Surianto Cahir
Nim: 862312019105
Prodi: Manajemen Pendidikan Islam KLP 5

 Manajemen Pendidikan dalam Siklus Iklim Kepemimpinan di Era Covid 19

Surianto Cahir

Abstrak

           Pandemi covid 19 mengarahkan program pendidikan untuk meningkatkan siklus manajemen pendidikan agar dapat meningkatkan bidang pendidikan menjadi lebih efektif dan efisien. Manajemen pendidikan tentu tidak lepas dari kepemimpinan. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan program manajemen pendidikan dalam siklus iklim kepemimpinan agar dapat menghadapi dinamika problema di masa covid 19. Artikel ini menemukan atau menyimpulkan bahwa di era covid 19 manajemen pendidikan dalam siklus iklim kepemimpinan sangat berpengaruh pada aspek kegiatan belajar mengajar, suasana dan situasi yang baik, serta kepemimpinan kepala sekolah yang aktif dapat menjadi pemicu berhasilnya pendidikan pada era baru, masa covid 19.


Kata Kunci: Era Covid 19, Manajemen Pendidikan, Siklus Iklim Kepemimpinan


Pendahuluan

Tentu sekarang Dunia dan Indonesia mengalami sebuah problema pahitnya covid 19 yang melanda di seluruh penjuru bumi. Pendidikan tentu menjadi penunjang utama bagi setiap orang untuk mengembangkan pengetahuan mereka. Pendidikan pada dasarnya adalah sebuah proses belajar yang dilakukan oleh setiap orang guna untuk mencapai sebuah ilmu pengetahuan. Indonesia termasuk dalam kategori pendidikan yang rendah dari berbagai negara lainnya. Ali (2009) mengungkapkan rintangan yang dihadapi dari pembangunan nasional yaitu rendahnya SDM produktif di Indonesia yang dinilai dengan indek pembangunan manusia yang mengakibatkan produktivitas daya saing merendah. Ditambah lagi dengan hadirnya masalah covid 19 yang semakin melemahkan sistem pendidikan di Indonesia.  Maka dari itu sistem pendidikan dalam sektor Manajemen pendidikan itu sangat penting untuk dikembangkan agar proses yang di lakukan pada new normal bisa dijalankan dengan baik dan mampu beradaptasi dengan iklim yang berbeda. 

           Manajemen merupakan sebuah sektor penting dalam sebuah kerangka ilmu pendidikan. Covid 19 telah mengubah tatanan kehidupan yang baru, serta menuntut manusia untuk beradaptasi dalam berbagai aspek kehidupan. Bidang Pendidikan mau tidak mau harus menyesuaikan diri dan menata diri dengan mengembangkan manajemen yang mampu membuat masyarakat mampu bertahan dan bahkan berkembang dalam kondisi keserbaterbatasan karena Covid 19. Maka Oleh karena itu, manajemen pendidikan perlu dikembangkan, dihadirkan agar proses pembelajaran pada era covid  dapat teratur dan terencana. Saat ini, bukan hanya sektor ekonomi, agama, bahkan sektor pendidikan juga menjadi sasaran covid 19, pemerintah harus bisa lebih menyeimbangkan keperluan dari masyarakatnya tanpa mempersulit masyarakat.

           Iklim kepemimpinan pada hakikatnya adalah sebuah suasana pada lingkungan yang berada pada tanggung jawab seorang pemimpin dalam proses kerjanya. Maka dari itu pemimpin harus memiliki ilmu bermanajemen yang baik, dan mampu mengedepankan sektor pendidikan agar pengetahuan pemuda pemudi bangsa dapat menyongsong kerasnya kehidupannya di era covid 19. Manajemen pendidikan dalam siklus iklim kepemimpinan ini ditujukan agar program pendidikan selanjutnya di era covid 19 dapat berjalan dan terproses dengan baik, agar seorang pelajar dapat beradaptasi dengan suasana iklim yang baru pada sistem pendidikan di era covid 19. Sehingga dapat mewujudkan sistem pendidikan baru namun memudahkan. Bagaimana manajemen dalam siklus iklim kepemimpinan saat Covid 19 dapat dikembangkan? Artikel ini berupaya menjawab pertanyaan tersebut.



A. Awal Mula Lahirnya Covid 19

           Menurut para pakar Coronavirus Disease 2019 merupakan penyakit yang dihasilkan dari virus yang di sebut SARS-CoV-2. Yaitu virus baru yang asalnya dari bagian virus corona. Virus ini merupakan wabah yang baru di kenal seperti halnya dengan corona yang lain (Shihab, 2020). 

           Jadi penulis dapat menyimpulkan bahwa virus covid 19 ini merupakan bagian dari virus corona yang lain, sebuah virus baru yang lahir pada tahun 2019. Maka dari itu disebutlah dengan covid 19.

           Virus ini menyebar dan meluas ke seluruh penjuru dunia, awal mulanya virus ini mentransferkan diri pada binatang dan akhirnya menyerang siapa saja yang terdampak olehnya. Virus ini pertama kali ditemukan di Wuhan pada bulan Desember 2019 M. Karena virus ini adalah virus yang baru, maka dari itu sulit untuk mendapatkan penangkalnya (Shihab, 2020).


B. Cara Menghindari Covid 19

           Covid 19 adalah virus baru yang sangat berbahaya yang tidak terasa kehadirannya. Bagi orang yang telah terdampak mereka tidak akan merasakan sesuatu dari tubuh mereka, melainkan seperti halnya biasa-biasa saja, akan tetapi virus ini merambat sedikit demi sedikit pada organ tubuh, dan gejalanya pun seperti sakit ringan saja, inilah yang menyebabkan covid 19 susah untuk dideteksi apabila hanya menggunakan penerawangan tanpa ada alat dan sensor pendukung.

           Shihab (2020) mengatakan demikian dalam alquran, itulah bencana berupa siksa tetapi jika bencana yang menimpa menyentuh dan taat maka ia dinamai fitnah dan bala. Kedua kata ini digunakan oleh Alquran dalam arti ujian dan cobaan, Allah SWT. Berfirman dalam Alquran:


وَاتَّقُوۡا فِتۡنَةً لَّا تُصِيۡبَنَّ الَّذِيۡنَ ظَلَمُوۡا مِنۡكُمۡ خَآصَّةً‌ ۚ وَاعۡلَمُوۡۤا اَنَّ اللّٰهَ شَدِيۡدُ الۡعِقَابِ‏

Artinya: hati-hatilah/peliharalah dirimu dari ujian yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zalim diantara kamu dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksa-nya (QS. al-Anfal: 25).

           Adapun gejalan yang perlu diketahui ketika terdampak oleh virus covid 19 diantaranya:

1. Merasakan demam.

2. Merasakan batuk.

3. Terjadi sesak nafas.

4. Sakit kepala.

5. Radang tenggorokan.

6. Hidung melar (Marzuki, 2021).

           Selain dari gejala, tata cara menghindari virus covid 19 perlu diketahui. Adapun cara yang dapat dilakukan dalam menghindari virus covid 19 diantaranya:

1. Selalu memakai masker.

2. Cuci tangan ketika telah bepergian.

3. Jaga jarak.

4. Hindari makanan-makanan yang tidak higenis.

5. Selalu menjaga imunitas tubuh.

6. Biasakan selalu berjemur agar tubuh selalu berkeringat.

7. Hindari kerumunan.

           Penulis dapat menyimpulkan bahwa tentu dari cara menghindari paparan dari virus covid 19, perlunya kesadaran pada diri sendiri untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dari pemerintah setempat.


C. Dampaknya Bagi Dunia

           Covid 19 sangat memberikan dampak yang signifikan pada dunia saat ini. Dimana segala tatanan kehidupan telah berubah dan harus memaksakan diri untuk memulai kehidupan ini kembali dari awal. Dan begitu banyak kerugian yang dirasakan oleh semua orang baik itu dari kalangan atas maupun dari kalangan bawah. Virus ini telah membawa dunia saat ini pada keterpurukan yang nyata, dan bahkan sampai saat ini virus ini masih saja merebak. Sudah satu tahun virus covid 19 menjelajah ke bumi dan menguasai segala peradaban saat ini. Dampaknya begitu sangat berpengaruh pada bidang sektor apapun. Berikut adalah dampak yang terjadi pada seluruh bidang sektor tersebut.

a. Bidang ekonomi.

           Dampak dari covid 19 terhadap perekonomian terlihat dengan nyata, dapat dilihat dari banyaknya penutupan pasar dan mall. semua merupakan dampak yang sangat buruk bagi negara  dan berdampak jelas pada masyarakat tentunya. Hanatoubun (2020) menyatakan bahwa, bagi pekerja yang dirumahkan dan menerima PHK, lebih dari 1,5 juta. Dari keseluruhan 90 persen dirumahkan dan 10 persen mendapatkan PHK. Dan dampak kedua manufacturing Indonesia merasakan kontraksi atau turun hingga 45, 3 sejak Maret 2020. Padahal dari angka terakhir, Agustus 2019, manufacturing masih berada di nomor 49. Manufacturing ini menunjukkan sebuah sistem kerja industri pengolahan, baik dari sisi produksi, permintaan baru, sampai dengan ketenagakerjaan. Lalu dampak yang ketiga impor kepada triwulan l 2020 menurun dengan angka 3,7 persen. Kemudian dampak yang keempat peningkatan harga dengan umum terus menerus pada Maret 2020, hingga mencapai 2,96 persen. Lalu dampak yang kelima penerbangan di 15 lapangan penerbangan di batalkan sejak Januari sampai dengan Maret 2020. Lalu dampak yang keenam kurangnya kunjungan turis, hingga menurun sampai dengan 6.800 perhari. Lalu dampak yang ketujuh menurunnya penempatan pada 6 ribu hotel turun hingga 50 persen.

b. Bidang Agama

           Hadirnya covid 19 membuat segala proses keagamaan terbatas, dan hal ini menimbulkan banyaknya kontroversi dari pemuka-pemuka agama. Pada maraknya virus covid 19 keyakinan dan kepercayaan perlu harus ditingkatkan demi kesejahteraan hidup bagi setiap insan yang bernyawa. Syatar (2020) menyatakan bahwa kebiasaan masyarakat Indonesia adalah melaksanakan kegiatan doa secara bersamaan di masjid ataupun di tempat yang lain. Namun kegiatan permohonan doa secara berkerumun di tengah Pandemi covid 19 alangkah indahnya ketika dibatasi, tentu pemanjatan doa yang dilakukan bertujuan untuk menolong dan bukan malah menyebabkan penyebaran wabah covid 19. Mungkin dapat dimengerti bahwa Indonesia adalah negara yang berdasarkan pada ketuhanan yang maha esa. Kegiatan pemanjatan doa secara berkerumun telah menjadi tradisi setiap warga negara di Indonesia. Umat tentu membutuhkan pendekatan untuk melakukan edukasi agar tidak terjadi konflik antara agama ataupun seagama. Jadi perlu disadari bahwa covid 19 tidak menghentikan proses keagamaan namun hanya membatasi proses agama itu sendiri, tentu demi kebaikan dan kesehatan umat beragama itu pula.

c. Bidang Pendidikan

           Wabah virus Pandemi covid 19 hadir membuka tatanan pada sistem pendidikan yang baru, masa covid 19 ini harus memaksakan dunia pendidikan melangsungkan proses belajar mengajar dengan ghaib atau dengan lintas jaringan. Yang tentu membuat proses pendidikan saat ini menjadi menurun, karena adanya keterbatasan yang dihadapi oleh pendidik dan peserta didik dalam melangsungkan proses pembelajaran. Banyak keluhan yang dihadapi oleh seorang peserta didik diantaranya yaitu, kuota yang terbatas, penyimpanan kurang memadai dan jaringan yang kurang efektif.

           Belawati & Nizam (2020) menyatakan bahwa dosen juga perlu mempertimbangkan banyaknya waktu yang dihabiskan oleh mahasiswa di depan monitor, yang tentu dapat mengakibatkan sakit kepala, mata kering dan pandangan menjadi buram. Petunjuk pengerjaan tugas juga harus jelas dan akurat, agar mahasiswa tidak kesulitan dalam mengerjakannya. Serta proyek yang susah yang membutuhkan material yang tidak tersedia di rumah perlunya untuk dihindari. Namun belajar online bukan berarti tidak memudahkan juga, tentu dengan belajar online seperti saat ini semua cabang kegiatan bisa dilakukan secara bersamaan, misalnya kuliah sambil kerja, bisa dilaksanakan secara bersamaan. 

            Memang kalau dalam kategori efektif, tentu proses belajar dengan online seperti ini tidaklah efektif, namun perlu di garis bawahi bahwa efektif atau tidaknya sebuah proses tidak menjamin seseorang bisa menjadi cerdas, namun ketekunan dan menghargai proses itulah orang yang cerdas.

d. Bidang sosial budaya

           Indonesia merupakan negara yang kaya akan tradisi dan adat istiadatnya, keberagaman budaya dan eloknya alam Indonesia menjadikan Indonesia sebagai negara yang kaya akan dengan berjuta keberagaman. Yang dimana dalam pelaksanaan acara tahunan tradisi biasanya harus melibatkan sekerumunan orang. Namun beda halnya pada era covid 19 saat ini yang harus memaksakan kerumunan dibatasi. Karena pada dasarnya tentu kesehatan dan keselamatan harus lebih diutamakan.


D. Pengertian Manajemen Pendidikan

           Manajemen berasal dari bahasa latin yang artinya manus yang berarti tangan dan agere yang berarti melakukan. Lalu kata tersebut di gabung menjadi kata kerja manajer yang berarti menangani. Sementara dalam bahasa Arab manajemen diartikan sebagai kata idaarah, yang berasal dari kata adaara yaitu mengatur. Sementara dalam kamus bahasa Indonesia, manajemen diartikan sebagai proses pemakaian sumber daya yang secara efektif guna mencapai sasaran yang telah ditetapkan (Hidayat & Wijaya, 2017). 

           Sementara pendidikan tertera pada Undang-Undang No 20 tahun 2003 mengenai sistem pendidikan nasional, pada pasal ayat 1 menyatakan. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memilki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak, mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (Arifin & Elfrianto, 2017). Pendidikan pada dasarnya adalah sebuah proses belajar yang dilakukan oleh setiap orang guna untuk mencapai sebuah ilmu pengetahuan yang didalamnya terdapat bimbingan dan arahan dari seorang pendidik.

            Penulis dapat menyimpulkan bahwa manajemen pendidikan merupakan sebuah usaha sadar dalam mewujudkan suasana belajar yang produktif dalam proses melakukan dan menangani pemakaian sumber daya secara efisien guna mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Manajemen pendidikan juga dapat diartikan sebagai sekumpulan proses untuk menciptakan suasana belajar yang produktif yang bersifat mengolah diri, agar proses kehidupan dalam dunia pendidikan dapat berjalan dengan efektif.


E. Fungsi Manajemen Pendidikan Pada Proses Belajar Online

           Fungsi manajemen tidak lepas dari pengertian manajemen itu sendiri, dimana dalam fungsi manajemen terdapat beberapa aspek yang perlu diketahui diantaranya ada yang dimaksud dengan planning, organizing, actuating, controling. Dari beberapa fungsi tersebut memilki tugas masing-masing untuk memperkuat sistem manajemen itu sendiri.

1. Planning

           Planning dapat disebut juga sebagai perencanaan yang dilakukan untuk menetapkan tujuan organisasi secara menyeluruh dan cara terbaik dalam memenuhi tujuan tersebut melalui sebuah proses penyusunan tujuan, sasaran, dan strategi organisasi serta cara penyampaiannya. Berikut beberapa aktifitas yang dilakukan dalam mengaplikasikan fungsi perencanaan tersebut:

a. Menetapkan tujuan dan target organisasi.

b. Merumuskan materi.

c. Menentukan sumber daya yang diperlukan.

d. Menetapkan standar keberhasilan.

           Tujuan untuk diaplikasikannya fungsi perencanaan, sebagai berikut:

a. Untuk memberikan pengarahan.

b. Untuk mengurangi ketidakpastian.

c. Untuk mengontrol keborosan.

d. Untuk menentukan tujuan dan standar.

2. Organizing

           Organizing dapat juga disebut sebagai pengorganisasian yaitu proses pengelompokan orang-orang dan menetapkan tugas, fungsi, wewenang, serta tanggung jawab masing-masing yang bertujuan menciptakan aktivitas yang berguna dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Aktifitas pengorganisasian dilakukan diantaranya:

a. Menyiapkan tenaga kerja yang diperlukan untuk menyusun pembagian kerja yang baik.

b. Membentuk struktur organisasi yang mengatur tentang kewenangan mekanisme organisasi.

c. Merumuskan dan menentukan metode prosedur pelaksanaan tugas.

3. Actuating

           Actuating dapat juga disebut sebagai pelaksanaan dalam proses mengarahkan dan menggerakkan sumber daya manusia untuk merealisasikan rencana menjadi sebuah perbuatan yang nyata dan melakukan sebuah kegiatan yang telah direncanakan agar mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien.

           Fungsi ini bertujuan agar seluruh sumber daya manusia organisasi dapat dikelola secara optimal di dalam pemanfaatan sumber daya organisasi menurut fungsi dan kegunaan masing-masing dalam mencapai tujuan organisasi produktif.

4. Controling

           Controling dapat juga disebut sebagai pengendalian yang dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan, diorganisasikan serta dilaksanakan hingga berjalan sesuai dengan tujuan dan target yang telah ditetapkan. Aktifitas kepada fungsi ini yaitu antaranya:

a. Memberikan ukuran dan penilaian.

b. Memantau dan mengendalikan.

c. Perbaikan dan pengembangan pada kerja organisasi.

           Kemudian prinsip yang perlu dilaksanakan di dalam pengawasan diantaranya:

a. Mengarah pada strategi sebagai kunci utama sebagai keberhasilan.

b. Perlu memilki umpan balik untuk bahan revisi di dalam mencapai tujuan.

c. Fleksibel dan responsive kepada perubahan kondisi dan lingkungan.

d. Melihat hakikat insan dengan mengutamakan self control.

e. Sifat melangsungkan (Sari, 2019).

           Fungsi dari manajemen pendidikan merupakan sebuah proses yang dilakukan guna untuk mengembangkan proses pendidikan secara teratur, terorganisasi, terlaksana dan terkontrol


F. Pengaruh Manajemen Pendidikan Bagi Belajar Online

           Sejak diproklamirkannya kemerdekaan republik Indonesia pada tahun 1945, hingga saat ini negara kesatuan republik Indonesia telah menikmati masa kemerdekaannya selama 69 tahun. Dan sementara sekarang negara kesatuan republik Indonesia berada pada era reformasi 1998-saat ini, dan akan menuju seratus tahun Indonesia merdeka pada saat tahun 2045 mendatang. Indonesia meyakini bahwa akan mendapatkan sebuah generasi yang berpotensi dalam kemerdekaannya. Sebab ini Indonesia mendapatkan bonus demografi tahun 2010-2035, berupa jumlah usia produktif yaitu 15-64 tahun. Maka dari itu NKRI berpeluang mencetus populasi usia produktif sebagai pemilik generasi emas (Ahmad, 2019).

           Pada masa Pandemi covid 19 sekarang, sistem pendidikan menjadi sebuah perhatian utama bagi setiap kalangan. Dimana proses pendidikan yang dilaksanakan menjadi tidak akurat dengan sistem yang telah berubah. Maka dari itu manajemen pendidikan dapat menjadi faktor pendukung untuk dibahas pada teori kali ini. Mengenai tentang 100 tahun Indonesia merdeka atau yang sering disebut sebagai generasi emas, bisa saja menjadi tidak produktif dikala proses pendidikan terhambat oleh lajunya wabah virus covid 19 yang harus memaksakan pemuda-pemudi NKRI melangsungkan proses belajar secara online

           Dengan adanya manajemen yang baik, tentu proses pembelajaran online seperti saat ini bisa dilaksanakan dengan baik. Manajemen pada umumnya adalah sebuah proses mengatur, yaitu kembali mengatur sistem tatanan pendidikan yang baru yang lebih memudahkan bukan malah membosankan. Pada era covid 19 ini cita-cita NKRI untuk mencetus generasi emas tidak boleh terhalang dengan covid 19, namun harus memanfaatkan segala kejadian yang Tuhan berikan sebagai ujian dan rintangan agar dapat menyongsong dunia pendidikan dengan tatanan yang baru. disini perlu diketahui bahwa dengan sistem mengatur, proses pembelajaran bisa saja berjalan efektif sesuai dengan apa yang di inginkan. 

           Manajemen pendidikan selama pandemi Covid 19 menuntut Perlunya kerjasama antara pendidik dan peserta didik untuk menciptakan nuansa manajemen yang lebih kondusif. Dalam kondisi seperti ini, Perlu adanya pengertian dari pendidik tentang keluhan yang dihadapi oleh peserta didik, dan tidak mementingkan diri peribadi, tentu dapat diketahui bahwa keluhan peserta didik saat ini ketika belajar online adalah jaringan yang kurang produktif, kuota yang terbatas, dan penyimpanan memori handphone yang tidak memadai. 

           Disini seorang pendidik harus mampu memberikan metode pembelajaran yang mudah untuk dilaksanakan tanpa harus memberatkan peserta didik. Banyak seorang pendidik memberikan tugas kepada mahasiswa atau bahkan siswa berupa Video yang dapat menguras penyimpanan. Dalam keluhan seperti itu pendidik perlu mengatur dan merencanakan proses pembelajaran yang lebih akurat.

           Upaya untuk mengatasi keluhan tersebut, Misalnya menggunakan aplikasi zoom dan meet, tentu layanan pendidikan seperti ini bisa saja menjadi tidak akurat apabila kondisi cuaca yang mendung atau bahkan situasi daerah yang terpencil. 

           Dalam manajemen Pendidikan selama Covid 19 masalahnya adalah biaya pendidikan. Selama menjalankan sekolah maupun kuliah di rumah, logika sederhananya, ada pengurangan SPP karena siswa tidak hadir secara langsung di tempat. Tuntutan untuk mengurangi SPP menjadi tidak akurat, baik itu dari siswa maupun orang tua siswa. Bagi penyelenggara Pendidikan, tuntutan pengurangan SPP merupakan tantangan yang berat karena beban operasional sekolah atau kampus pada dasarnya tetap sama. Namun, untuk merespon tuntutan dan memahami kondisi siswa dan orang tua mereka yang terdampak Covid 19, Lembaga-lembaga Pendidikan memang memberikan pengurangan SPP dalam jumlah yang tidak memberatkan baik bagi orang tua siswa maupun pihak sekolah dan kampus. Dalam keluhan-keluhan seperti saat ini pendidik perlu mengatur dan merencanakan proses pembelajaran yang seharusnya lebih akurat. 

           Belawati & Nizam (2020) menyatakan bahwa dosen juga perlu mempertimbangkan banyaknya waktu yang dihabiskan oleh mahasiswa di depan monitor, yang tentu dapat mengakibatkan sakit kepala, mata kering dan pandangan menjadi buram. Petunjuk pengerjaan tugas juga harus jelas dan akurat, agar mahasiswa tidak kesulitan dalam mengerjakannya. Serta proyek yang susah yang membutuhkan material yang tidak tersedia di rumah perlunya untuk dihindari. 

           Dari teori diatas penulis dapat menambahkan bahwa belajar online bukan berarti tidak memudahkan juga, tentu dengan belajar online segala cabang kegiatan bisa dilakukan secara bersamaan, misalnya kuliah sambil kerja. Namun disini perlu juga diketahui bahwa bukan hanya pendidik yang perlu untuk mengatur serta merencanakan proses, seorang peserta didik pula perlu melakukan hal yang sama agar proses yang dilakukan dapat berjalan dengan baik. Seorang peserta didik harus mampu mengatur waktunya dengan baik, seperti tidak terlambat dalam mengerjakan tugas dan mampu belajar secara mandiri.

           Belawati & Nizam (2020) menyatakan bahwa terdapat beberapa standar yang perlu dipahami oleh mahasiswa. Mahasiswa diharapkan dapat menjadi pemikir yang kritis, kemunikator kreatif, dan kolaborator global. 

           Dari penjelasan di atas penulis dapat menambahkan bahwa tentu keakuratan dalam belajar online di masa Pandemi covid 19 sekarang, merupakan perkara yang sulit untuk didapatkan, karena sistem yang telah banyak berubah, dan harus memaksakan SDM sekolah memulai proses pembelajaran yang baru serta mampu untuk beradaptasi terhadap situasi yang baru dalam menjalankan pembelajaran secara online

           Tentu pengaruh manajemen dalam belajar daring ini ada dua bagian yaitu, memudahkan dan menyulitkan. Memudahkannya terletak pada proses pembelajaran yang dapat dilaksanakan kapan saja dan dimana saja, namun dari segi kesulitannya yaitu terletak pada ketidakefektifannya belajar secara online karena persoalan jaringan, kuota, dan penyimpanan.


G. Teori Siklus Kepemimpinan di Era Covid 19

           Siklus merupakan proses penyediaan laporan organisasi pada satu periode tertentu (Bastian, 2005). Sementara Badu & Djafri (2017) menyatakan bahwa kepemimpinan merupakan kemampuan untuk mempengaruhi seseorang dalam melakukan dan tidak melakukan sesuatu. Lalu kemudian Hidayat & Wijaya (2017) menyatakan bahwa kepemimpinan merupakan titik sentral dan penentu kebijakan pada kegiatan yang akan dilaksanakan dalam organisasi dan merupakan faktor yang sangat penting dalam menentukan pencapaian tujuan organisasi yang telah ditetapkan.

           Jadi penulis dapat menyimpulkan bahwa siklus kepemimpinan merupakan proses penyediaan laporan pada satu periode untuk mempengaruhi seseorang dalam melakukan sesuatu dalam menentukan kebijakan dan kegiatan yang akan dilaksanakan untuk menentukan pencapaian tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Dan iklim kepemimpinan pada hakikatnya adalah sebuah suasana pada lingkungan yang berada pada tanggung jawab seorang pemimpin dalam proses kerjanya.

           Para pakar kepemimpinan mengidentifikasi kualitas kepemimpinan sebagai suatu faktor utama yang menggiring transformasi, sejalan dengan banyak studi sebelumnya dalam peningkatan pendidikan. Kepemimpinan pendidikan adalah suatu proses mempengaruhi, membimbing, mengkordinir, dan menggerakkan orang lain dengan adanya hubungan untuk perkembangan ilmu pendidikan dan pelaksanaan pendidikan agar kegiatan yang dijalankan dapat lebih efektif agar mencapai tujuan pendidikan dan pengajaran (Badu & Djafri, 2017). Istilah lain yang dihubungkan pula dengan kepemimpinan adalah Khalifah yang berarti berada di belakang, yang sering disebut sebagai pengganti yang menggantikan selalu berada dan datang dari belakang atau sesudah yang menggantikan. Jadi perlu diketahui bahwa pemimpin seharusnya berada di belakang untuk mengawasi dan mendukung serta membimbing yang bertujuan untuk membawa bawahannya ke arah yang telah ditetapkan bersama (Hidayat & Wijaya, 2017).

           Dari teori di atas penulis dapat mengemukakan bahwa siklus kepemimpinan sangat berpengaruh pada masa Pandemi covid 19 saat ini, dimana seorang kepala sekolah perlu memberikan pengaruh yang besar kepada peserta didik agar motivasi belajar pada masa Pandemi covid 19 saat ini bisa terus berkembang. Maka dari itu bimbingan dan dorongan sangat berpengaruh pada faktor belajar siswa. Kepala sekolah tidak selamanya harus berada di depan, tetapi sesekali kepala sekolah juga perlu berada di belakang untuk mengawasi dan membimbing peserta didiknya agar mengarah pada tujuan yang telah ditetapkan bersama. Kepala sekolah harus mampu memanfaatkan segala perubahan tatanan proses pendidikan saat ini menjadi lebih efektif dan efisien guna memudahkan siswa dalam belajar online. 

           Badu & Djafri (2017) menyatakan bahwa untuk melakukan itu semua maka kepala sekolah yang efektif harus memiliki tingkat kecerdasan, emosional dan keterampilan interpersonal yang tinggi, apalagi terkait dengan kemampuan mereka untuk membujuk dan bukan untuk mengarahkan.

           Pentingnya pemimpin dan kepemimpinan ini perlu di pahami dan dihayati. Allah SWT. Telah memberi tahu kepada manusia tentang pentingnya kepemimpinan. Sebagaimana dalam Alquran ditemukan banyak ayat yang berkaitan dengan masalah kepemimpinan. Diantaranya firman Allah SWT. Dalam QS. Al Baqarah/2:30 yang berbunyi:


وَاِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلٰٓٮِٕكَةِ اِنِّىۡ جَاعِلٌ فِى الۡاَرۡضِ خَلِيۡفَةً ؕ قَالُوۡٓا اَتَجۡعَلُ فِيۡهَا مَنۡ يُّفۡسِدُ فِيۡهَا وَيَسۡفِكُ الدِّمَآءَۚ وَنَحۡنُ نُسَبِّحُ بِحَمۡدِكَ وَنُقَدِّسُ لَـكَ‌ؕ قَالَ اِنِّىۡٓ اَعۡلَمُ مَا لَا تَعۡلَمُوۡن


Artinya: "Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Akuhendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "MengapaEngkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuatkerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbihdengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman:"Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui" (Hidayat & Wijaya, 2017).


H. Sikap Kepala Sekolah Dalam Kasus Belajar Online

           Kepala sekolah adalah kepala lembaga pendidikan sekolah, yang merupakan pimpinan dari segenap sumber daya manusia yang ada di dalam lembaga itu sendiri. Kepala sekolah merupakan tempat acuan bagi setiap permasalahan dan keluhan yang dialami oleh seluruh sumber daya manusia yang ada di dalamnya, yang dimaksud adalah guru, staf, dan siswa. 

           Sari (2019) menyatakan bahwa kepala sekolah merupakan pemimpin sebuah pendidikan yang didalamnya terdapat tatanan operasional yang memilki tugas membina, membimbing, dan memberi bantuan serta dorongan kepada seluruh warga sekolah dalam usaha peningkatan pembelajaran yang dilakukan di sekolah guna mencapai tujuan pendidikan.

           Dari teori di atas penulis menyatakan bahwa dalam problema covid 19 sekarang sikap intoleran dan perhatian kepala sekolah kepada warga sekolah sangat dibutuhkan, teruntuk kepada peserta didik, yang tentu menginginkan sebuah pengertian dan perhatian terhadap kesulitan siswa dalam melangsungkan proses belajar secara online. Membina dan membimbing merupakan faktor utama yang perlu kepala sekolah lakukan dalam mengolah rasa seluruh warga sekolah untuk dapat berkerja sama dalam berproses di era covid 19 sekarang.

           Kepala sekolah produktif yang mampu memanfaatkan semua sumber daya sekolah dapat dilihat dari pencapaiannya melalui sebuah kinerja, diantaranya:

1. Menciptakan aktifitas pembelajaran yang efektif.

2. Mengaplikasikan sistem pemantauan yang efektif dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan.

3. Mengerjakan pengembangan kompetensi guru dan staf.

4. Membangun lingkungan sekolah yang aman.

5. Mengembangkan budaya iklim di sekolah.

6. Meningkatkan cita-cita dan prestasi yang tinggi.

7. Mewujudkan visi dan misi sekolah.

8. Melaksanakan sumber belajar yang produktif.

9. Mengelola tenaga pendidik dan kependidikan secara efektif.

10. Melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler dan kesiswaan dengan baik (Sari, 2019).

           Dapat disimpulkan bahwa dari kesepuluh pencapaian kinerja kepala sekolah. Kepala sekolah harus mampu beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda untuk saat ini, dimana segala proses pendidikan dilaksanakan secara online. 

           Sari (2019) menyatakan bahwa kepala sekolah harus menjadi sosok teladan dan figur penting di dalam sekolah, karena kepala sekolah merupakan kunci utama untuk membentuk dan membangun kultur sekolah yang kondusif. Maka dari itu tentu perlu adanya sebuah tatanan yang baru terhadap pengembangan kultur sekolah pada masa pandemi covid 19 yang merebak saat ini.

           Kepala sekolah sebagai seorang pemimpin tentu tidak terlepas dari sikap ikhlas, jujur, amanah, adil dan bertanggung jawab. Disini ada beberapa ayat yang memaknai tentang sikap yang harus dimiliki seorang pemimpin.

1. Ikhlas

           Ikhlas merupakan arti dari sebuah kata merelakan. Hidayat & Wijaya (2017) menyatakan bahwa keikhlasan adalah sebuah prinsip yang akan mendorong diri kepada perbuatan yang terbaik meski apa yang diperoleh tidak sebanding dengan materi duniawi yang didapatkan. Allah SWT. Berfirman dalam Alquran:


قُلۡ اَمَرَ رَبِّىۡ بِالۡقِسۡطِ‌ وَاَقِيۡمُوۡا وُجُوۡهَكُمۡ عِنۡدَ كُلِّ مَسۡجِدٍ وَّادۡعُوۡهُ مُخۡلِصِيۡنَ لَـهُ الدِّيۡنَ ؕ كَمَا بَدَاَكُمۡ تَعُوۡدُوۡنَؕ


Artinya: Dan (katakanlah) : "Luruskanlah muka (diri) mu setiap shalat dan senbahlah Allahdengan mengikhlaskan ketaatanmu kepada-Nya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah) kamu akan kembali kepada-Nya". (QS. Al-Araf : 29).

2. Jujur

           Jujur pada hakikatnya adalah mengakui dengan apa yang sebenarnya tentang apa yang diperbuat dan dikerjakan. Hidayat & Wijaya (2017) menyatakan bahwa jujur menjadi identitas Muhammad saw. Pada masa itu yang menjadikannya dikenal dan dipercaya. Jika problema sekarang yang saat ini nampak, tentu kejujuran adalah sesuatu yang sangat mahal. Allah SWT. Berfirman dalam Alquran: 


لِّيَجۡزِىَ اللّٰهُ الصّٰدِقِيۡنَ بِصِدۡقِهِمۡ وَيُعَذِّبَ الۡمُنٰفِقِيۡنَ اِنۡ شَآءَ اَوۡ يَتُوۡبَ عَلَيۡهِمۡ‌ ؕ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ غَفُوۡرًا رَّحِيۡمًا


Artinya: "Supaya Allah memberikan balasan kepada orang-orang yang benar itu karenakebenarannya, dan menyiksa orang munafik jika dikehendaki-Nya, atau menerimataubat mereka. Sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi MahaPenyayang." (QS. Al-Ahzab: 24)

3. Amanah

           Amanah pada hakikatnya merupakan sebuah kepercayaan yang diberikan kepada seseorang. Hidayat & Wijaya (2017) menyatakan bahwa apabila seseorang yang diberikan amanah dialah orang yang mendapatkan kepercayaan untuk memegang suatu tugas tertentu. Allah SWT. Berfirman dalam Alquran:


اِنَّ اللّٰهَ يَاۡمُرُكُمۡ اَنۡ تُؤَدُّوا الۡاَمٰنٰتِ اِلٰٓى اَهۡلِهَا ۙ وَاِذَا حَكَمۡتُمۡ بَيۡنَ النَّاسِ اَنۡ تَحۡكُمُوۡا بِالۡعَدۡلِ‌ ؕ اِنَّ اللّٰهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمۡ بِهٖ‌ ؕ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ سَمِيۡعًۢا بَصِيۡرًا‏


Artinya: "Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhakmenerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum diantaramanusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah member pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah MahaMendengar lagi Maha Melihat." (QS. An-Nisa/4: 58).

4. Adil

           Pada hakikatnya adil merupakan sebuah perkara menyamakan suatu kedudukan pada situasi yang membutuhkan rasa adil. Hidayat & Wijaya (2017) menyatakan bahwa adil diartikan pada sikap moderat, objektif terhadap orang lain dalam memberikan sanksi. Allah SWT. Berfirman dalam Alquran:


يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا كُوۡنُوۡا قَوَّا امِيۡنَ لِلّٰهِ شُهَدَآءَ بِالۡقِسۡطِ‌ ۖ وَلَا يَجۡرِمَنَّكُمۡ شَنَاٰنُ قَوۡمٍ عَلٰٓى اَ لَّا تَعۡدِلُوۡا‌ ؕ اِعۡدِلُوۡا هُوَ اَقۡرَبُ لِلتَّقۡوٰى‌ وَاتَّقُوا اللّٰهَ‌ ؕ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيۡرٌۢ بِمَا تَعۡمَلُوۡنَ


Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, hendaklah KamuJadi orang-orang yang selalumenegakkan (kebenaran) karena Allah Swt., menjadi saksi dengan adil. Danjanganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untukberlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada taqwa. Danbertaqwalah kepada Allah Swt. Sesungguhnya Allah Swt. Maha Mengetahui apayang kamu kerjakan". (QS. Al-Maidah: 8).

5. Tanggung jawab

           Pada hakikatnya tanggung jawab adalah sebuah resiko yang harus dibayar sesuai dengan perbuatan. Hidayat & Wijaya (2017) menyatakan bahwa lepas tangan dari tanggung jawab akan melahirkan hasil ketidakpastian program yang ingin dicapai. Allah SWT. Berfirman dalam Alquran:


لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفۡسًا اِلَّا وُسۡعَهَا ‌ؕ لَهَا مَا كَسَبَتۡ وَعَلَيۡهَا مَا اكۡتَسَبَتۡ‌ؕ


Artinya: "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Iamendapat pahala (dari kebaikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan)yang dikerjakannnya." (QS. Al-Baqarah: 286).

           Dari beberapa ayat yang menjelaskan tentang beberapa sifat yang perlu di emban oleh seorang pemimpin, penulis dapat menyimpulkan bahwa sosok pemimpin harus memilki sifat keikhlasan, kejujuran, beramanah, keadilan dan bertanggung jawab atas segala perkara yang dihadapi pada era baru dan tatanan baru pada masa covid 19.

           Dalam problema pandemi covid 19 sikap intoleransi dan perhatian kepala sekolah kepada warga sekolah sangat dibutuhkan, terutama untuk kepada para peserta didik, yang menginginkan atau memerlukan pengertian dan perhatian terhadap kesulitan siswa untuk melangsungkan pembelajaran online. Membina dan membimbing merupakan faktor utama yang perlu kepala sekolah lakukan dalam mengolah rasa seluruh warga sekolah untuk dapat berkerja sama dalam berproses di era covid 19. 

           Ada beberapa hal yang perlu dilakukan kepala sekolah dalam membangkitkan SDM sekolah, diantaranya:

1.  Mempengaruhi, yaitu kemampuan kepala sekolah untuk memotivasi.

2.  Membimbing, yaitu kemampuan kepala sekolah dalam membina.

3.  Mengkoordinir, yaitu kemampuan kepala sekolah dalam mengarahkan.

4.  Menggerakkan, yaitu kemampuan kepala sekolah dalam membangkitkan semangat kinerja.



Penutup

           Corona virus merupakan sebuah penyakit yang sangat mematikan, dan yang paling mencengakan juga matinya berbagai sektor penting yang ada di berbagai negara. Salah satu sektor yang pada hakikatnya sangat penting untuk dikembangkan dan harus diterapkan dengan baik adalah sektor pendidikan. Sektor pendidikan juga menjadi sasaran maraknya virus covid 19, sehingga memaksakan SDM pendidikan harus di rumahkan.  

           Tentu dalam kendala seperti saat ini, perlu adanya usaha yang signifikan dari pihak pemerintah sebagai pemimpin terhadap dunia pendidikan, tentu dalam kendala saat ini siswa atau bahkan mahasiswa membutuhkan akses teknologi yang produktif, untuk digunakan dalam proses belajar online. Pemerintah harus memfasilitasi mereka berupa pelayanan dana. Misalnya yang pertama para pelajar terkendala dengan jaringan, tentu perlu antisipasi pemerintah untuk menangani masalah ini, yaitu menciptakan alur lintas jaringan yang lancar digunakan. Yang kedua yaitu masalah penyimpanan, tentu pemerintah juga perlu memfasilitasi mereka dengan sebuah memori card dengan penyimpanan yang luas agar mampu menampung segala jenis berkas, baik itu dokumen, Vidio, dsb. Selanjutnya yang ketiga yaitu berupa kuota, pemerintah juga perlu memperhatikan pengeluaran para pelajar dalam berproses di pembelajaran online, pemerintah perlu memberikan dana berupa pemberian kuota kepada seluruh pelajar secara perbulan, agar pelajar dapat mengakses pembelajaran tanpa terbebani. Hal ini disarankan agar pemerintah lebih memilki perhatian terhadap dunia pendidikan, karena Indonesia akan menghadapi sistem global yang sangat luar biasa di tahun-tahun yang akan datang, apabila jumlah pelajar yang produktif kurang, maka bisa dipastikan Indonesia tidak akan bisa meraih gelar sebagai pencetus generasi emas dimasa 100 tahun Indonesia merdeka. Covid 19 bukanlah penghalang utama bagi pendidikan, namun kurangnya perhatian dari pihak yang berkewajiban adalah masalah yang nyata bagi dunia pendidikan.

           Maka dari itu pemerintah harus memilki kemampuan bermanajemen yang baik, mampu mengatur kehidupan baru new normal, merencanakan segala aspek yang ingin dikembangkan, mengevaluasi keluhan dan masalah yang dihadapi para pendidik dan peserta didik, dan pemerintah juga perlu mengendalikan sektor pendidikan saat ini pada era baru covid 19 dengan tatanana yang baru namun memudahkan agar terciptanya lingkungan pembelajaran yang efektif dan efisien guna dapat terciptanya SDM pendidikan yang produktif di tengah-tengah maraknya siklus covid 19.



Referensi

Ahmad, Masduki. "Gagasan Tentang Manajemen Pendidikan." (2019).

Ali, Mohammad. "Pendidikan Untuk Pembangunan Nasional: Menuju Indonesia Bangsa Indonesia Yang Mandiri dan Berdaya Saing Tinggi. "(2009).

Arifin, Muhammad & Elfrianto. "Manajemen Pendidikan Masa Kini." (2017).

Bastian, Indra. "Akuntansi Sektor Publik: Suatu Pengantar. " (2005).

Belawati, Tian & Nizam. "Potret Pendidikan Tinggi Di Masa Covid-19." (2020).

Hanoatubun, Silpa. "Dampak Covid19 terhadap Prekonomian Indonesia." EduPsyCouns: Journal of Education, Psychology and Counseling 2.1 (2020): 146-153.

Hidayat, Rahmat, and Candra Wijaya. "Ayat-ayat alquran tentang manajemen pendidikan islam." (2017).

Marzuki, Ismail, et al. COVID-19: Seribu Satu Wajah. Yayasan Kita Menulis, 2021.

Q, Badu, Syamsu & Novianty Djafri. "Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi." (2017).

Sari, Eliana. "Manajemen Lingkungan Pendidikan." (2019).

Shihab, M. Quraish. Corona Ujian Tuhan: Sikap Muslim Menghadapinya. Lentera Hati, 2020.

Syatar, Abdul Syatar Abdul, Muhammad Majdy Amiruddin, and Arif Rahman. "Darurat Moderasi Beragama Di Tengah Pandemi Corona Virus Desease 2019 (Covid-19)." KURIOSITAS: Media Komunikasi Sosial Dan Keagamaan 13.1 (2020): 1-13.