Feature
Nama: Surianto Cahir
Nim: 862312019105
Prodi: Manajemen Pendidikan Islam

Pemilik hak cipta: suriantocahir


          Siapa sih yang tidak mengenal Bone? salah satu kabupaten terluas di Sulawesi Selatan, siapa sih yang tidak mengetahui Tanjung Pallette? salah satu destinasi wisata air yang ada di Bone. 
          Tanjung Pallette telah menjadi incaran bagi setiap orang untuk menghabiskan waktu berlibur, tidak hanya kaum muda saja, para orang dewasa juga sering menjadikan Tanjung Pallette sebagai tempat bersua foto bersama keluarga. 
          Faktor utama keindahan dari Tanjung Pallette adalah hamparan lautnya yang luas dan suasana hembusan angin yang dapat membuat orang betah dan tidak mau pulang. 
          Dibalik itu semua, pernah tidak kalian mengetahui adanya kisah kelam dibalik indahnya Tanjung Pallette? Dimana, orang Bone sering mengatakan Pallette adalah tempat mallabu tau.
          Tanjung Pallette adalah salah satu destinasi laut yang terdapat di Bone, Tanjung Pallette sendiri berada di Kecamatan Tanete Riattang Timur tepatnya di kelurahan Pallette. Jarak antara Tanjung Pallette dengan kota Watampone berkisar 12 km. 
          Tanjung yang menghadap tepat dengan teluk Bone, telah tertata dengan baik dengan adanya destinasi alam yang sangat memukau.
          Tanjung Pallette tidak seperti pantai pada umumnya yang memberikan nuansa indah dibalik pasir putih, namun di Tanjung Pallette kamu akan disuguhkan dengan pemandangan tumbuhan yang rindang di atas bukit karang dan hiasan akar pohon yang menambah keindahan tebing. 
          Pemandangan ombak yang menabrak terumbu karang akan kamu saksikan dengan jelas, sehingga dapat menghilangkan rasa lelah dan memanjakan mata kamu.
          Kamu juga bisa menyaksikan deburan ombak dan pepohonan yang rindang di atas bukit karang, kamu juga akan disuguhkan dengan aktivitas para nelayan, petani rumput laut. Dan bahkan di Tanjung Pallette kamu dapat melihat pelabuhan Bajoe dari kejauhan. 
          Tempat wisata ini telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas di antaranya dermaga, kolam renang, penginapan, lapangan tenis, area memancing, dan tempat makan.
          Dermaga bisa kamu jadikan sebagai tempat nongkrong menikmati indahnya bukit karang dan hembusan angin laut. Pokoknya cocok banget bagi sepasang kekasih pecinta deburan ombak dan angin laut. 
          Kolam renang dan waterpark sendiri terletak di atas bukit dan mengarah tepat ke laut, jadi apabila kamu berenang, kamu juga dapat menikmati indahnya hamparan laut yang berkilau, dan harganya juga terjangkau.
          "Harga masuk kolam sekarang berkisar 20 ribu mi per orang," kata Asriadi.

Pemilik hak cipta: suriantocahir


Pemilik hak cipta: suriantocahir




          Menikmati indahnya Tanjung Pallette bisa kamu rasakan lebih lama lagi, dengan menyewa penginapan yang harganya sangat terjangkau. Serta posisi penginapan yang berada di perbukitan, kamu akan menikmati indahnya hamparan laut yang tenang. Selain itu kamu juga dapat menyaksikan indahnya matahari terbit dan terbenam.
          "200 ribu, sehari semalam kalau mau menginap orang, suruh mi saja bawa selimut pa dingin sekali, tapi kalau ada kopi, suruh mi saja panggil-panggil ka," kata Asriadi.

Pemilik hak cipta: suriantocahir


          Beralih dibalik keindahan dari Tanjung Pallette konon katanya ada sebuah kisah kelam yang pernah terjadi. Banyak yang mengatakan bahwa di Tanjung Pallette pernah dijadikan tempat mallabu tau dalam artian bahasa Bugis, yaitu menenggelamkan orang. Menurut cerita tetua kampung hal itu dilakukan sebagai hukuman bagi seseorang yang melakukan perselingkuhan.
          Menurut kisahnya selain menjadi tempat destinasi wisata yang indah, Tanjung Pallette pernah dijadikan sebagai tempat menenggelamkan orang-orang yang melakukan hubungan perselingkuhan. Mereka yang telah memiliki keluarga namun berselingkuh, konon katanya mereka akan diikat bersama dan ditenggelamkan di sana.
          Sepanjang berkembangnya zaman, kisah itu perlahan sudah mulai menghilang di benak para pemuda milenial, Tetapi yang namanya kisah teladan pasti akan selalu dikenang, agar menjadi peringatan dan pelajaran untuk kita di waktu yang akan datang, bahwa betapa kejinya yang namanya perselingkuhan.
          Karcis masuk di kawasan Tanjung Pallette bisa kamu bayar seharga 20 ribu, namun karcis ini sudah termasuk dari pembayaran masuk ke kolam renang, sementara uang parkir dibayar seharga 5 ribu saja. Jadi harga yang sangat pas untuk menikmati keindahan alam dan pas dikantong teman-teman semua. Lalu semenjak hadirnya covid 19, pengunjung di Tanjung Pallette menurun drastis, dan tidak seperti biasanya. 
          "Selama adanya Corona, kurang sekali mi pengunjung yang datang, palingan kalau waktu-waktu libur ji baru ada yang datang, sepi sekali mi sekarang, palingan hari-hari libur ji saja kadang banyak orang, tapi kalau hari-hari biasa kurang sekali mi pengunjung." kata Asriadi.
          Laki-laki itu bernama Asriadi yang merupakan warga Pallette, pekerjaan sehari-harinya adalah pengantar ikan. 
          Profesinya itu ditekuni setelah dia lulus dari SMA, pendapatan yang diperoleh dari mengantar ikan bisa mencapai 600 ribu per mobil, dan terkadang dalam satu bulan itu bisa mencapai sepuluh kali pengantaran ke berbagai daerah, misalnya Makassar dan Majenne, serta di daerah-daerah sekitar Bone. 
          Kebetulan saya pernah satu sekolah dan bahkan satu kelas dengannya. Asriadi juga adalah salah satu teman dekat saya sewaktu di SMA. 
          Indahnya panorama alam yang ada di Tanjung Pallette. Tentu akan kamu nikmati suasananya. Seperti menikmati indahnya pantai, tebing, pepohonan yang rindang di atas bukit. Dan kamu juga dapat menikmati hamparan pelabuhan Bajoe dari kejauhan. Keindahan itu hanya bisa kamu dapatkan di Tanjung Pallette. Namun bukan hanya itu, kamu juga dapat menyaksikan indahnya bulan purnama di malam hari.
          Suasana romantis akan kamu dapatkan ketika berkunjung bersama pasangan, hembusan angin malam dan suara gelombang laut akan kamu resapi dengan jelas. Lepaskan penatmu dengan menghirup udara segar di Tanjung Pallette.